Sebenarnya aku ingin tegar laksana karang yang tak goyah meski di terpa ombak setiap detik, namun kembali niatku itu runtuh hari ini, sore tadi. Ketika kau sampaikan rencanamu tuk pergi lusa, aku benar² tidak berdaya. Aku menangis... Dhas.!
Terbayang hari esok, pagi ketika aku OL dan kau tidak OL lagi. Dengan siapa aku bercanda, dengan siapa aku berbagi. Tentang kisah "telepon semalam" atau sms² yang masuk dan keluar? Dari beberapa nama di list YM ku, aku belum tau, sapa yang bakal menjadi teman PM pagi hari. Tidak ada, Dhas,.. aku menangis.
Dalam hitungan detik planning liburan kita awal Februari jadi batal. Hahaha mana mungkin kami pergi tanpamu. Siapa lagi teman main kartu? Aduhhh Dhas... berat.. dan hati ini terasa teriris, tapi tak ada niat menghalangi langkahmu. Pergilah sahabat, sejauh mungkin kakimu bisa melangkah. Gapai semua yang kau ingin selagi masih bisa. Memang hati ini teriris, tapi aku mengerti, perpisahan ini harus terjadi. Tidak mungkin kita berada terus di tempat yang sama. Toch semua untuk perbaikan kehidupan. Hehhehe mulut berkata demikian tapi hati tetap teriris, Dhas... aku menangis.
Mendadak sekali...Kau benar² buat aku lemas. Dan waktunya itu, kenapa tidak minggu depan saja? Biar kita bisa ketemu hari Minggunya. Kalo seperti ini, gimana bisa. Hhhhhhhhh, akhirnya aku hanya bisa mengantarmu dengan doa di sela tangisku. Cinta, aku benar² nangis nich.
Aku ingin memaki kalo kamu jahat, ingin memaki kamu tega, tak berperasaan tapi zzzzzzzz kutau semua itu salah. Tidak Dhas, kamu telah mengambil keputusan yang tepat. Tapi kamu tahu kan jika ada hati yang teriris hiks, aku sich tidak seberapa tapi gimana dengan "dia-mu".
Demi mengingat "dia-mu" aku merasa kesedihanku bukan apa². Dia pasti lebih sedih yach, dan masih banyak lagi teman² yang bakal sedih atas kepergianmu. Tapi Dhas, jangan surut hanya karena air mata kami, kami mendukung langkahmu. Yakin, besok kita masih bertemu. Ada Om Yahoo yang selalu bisa menyambung komunikasi kita. Kutunggu kabarmu dari Batam...