
tidak kuduga dia mengunjungi aku setelah aku menentang pilihan hidupnya setelah aku menyakiti dia dan dia menyakiti aku pada saat yang sama
kami sepakat tuk tidak membicarakan "pilihan hidupnya" kami akan nikmati hari berdua, seperti dulu ketika kami masih di tanah lahir kuajak dia menjalani hidupku. kuajak dia ke tempa kerjaku, menjalani kebiasan-kebiasanku.
kami punya kesempatan berbicara dan dia mengkritik beberapa kebiasanku bisa ku maklumi. dia sekarang memang menjadi lebih feminim, lebih peduli pada dirinya
betapa berbeda dengan aku yang hingga detik ini belum juga berubah. yang hingga detik ini masih tomboy....
dia bertanya padaku adakah aku memiliki cinta adakah aku serius dengan cinta adakah aku punya pikiran ke depan dengan sang cinta?
kembali protesnya menerjangku buatku bingung aku tiba² menjadi begitu bodoh lalu aku jadi pesimis ya sudahlah, aku tidak perlu memiliki cinta aku bingung salahkah caraku memperlakukan cinta? ketika menjauh, tak berusaha ku kejar ku pikir cinta akan kembali juga what must i do?
thank's for your coming, my cousin... |