Kemarin aku benar² kecapean. Tanpa nunggu Andev, langsung pulang. (Biasanya aku ngobrol² ama Andev di Simpul sebelum pulang. Karena ga bawa motor, aku minta tolong antar pulang sama temen. Sampai di rumah pukul stengah 9, langsung tiduran.
Ga sempet lagi cuci kaki-tangan dan basuh muka. Pokoknya yang ada di pikiran cuma mau rebahan dan pejam mata. Uhh.. capek banget, setelah dua hari sibuk terus.
Pukul 10 terbangun, baru dech sholat Isya. Makan malam telat lagi nich. Malah kemudian tidak makan sama sekali. HIlang selera lagi. Duch kalo gini terus, bisa ancur ini badan. Sudah capek, ga bisa makan lagi. Ternyata aku cuma pengen tidur. Makannya besok pagi aja dech, pikirku.
Aku kembali masuk kamar, tidur lagi. Tiba-tiba aku ingat kalo besok hari kamis (hari ini). Lha kalo kamis kan jadwal puasa... artinya besok pagi ga makan dong heheheh. Langsung aku setel wekker pukul 3.30. Iya nich aku harus makan jam segitu kalo masih mau puasa.
Alhamdulillah pukul 3.30 aku terbangun. Makan seadanya, trus minum susu, abis itu tidur lagi. Hasilnya, sholat subuh hampir kepagian, hahahha... (sapa suruh tidur lagi???)
doa.... bila mungkin, ku ingin kisah ini yang terakhir dalam hidupku. biarlah cinta ini kusembahkan padamu semoga tabah yang kupinta dariNya selalu ada untukku demi bersamamu ku akan menantimu, di tempatku yg hening i love u
ketika kau lelah ketika tersisih dari dunia ketika kau sendiri usah kau lara langkahkan kakimu menuju pulang sebuah rumah yang dulu kau dirikan selalu terbuka pintunya untukmu
pergilah sejauh yang engkau bisa langkahkan kakimu ke tempat yang kau suka namun jika kau terluka jika kau tak punya apa-apa ingatlah tuk kembali ke rumah karena di rumah itu, kau memiliki segalanya
20 agustus tahun lalu 20 agustus tahun ini semoga rumah ini selalu mampu aku jaga walau badai tak pernah jauh aku berdiam di rumah ini menantimu pulang dari langkah panjangmu ketika semuanya tidak lagi bersahabat denganmu ingatlah, akan rumahmu di tempat engkau dapatkan kedamaian arahkan kakimu menuju pulang arahkan kakimu menuju rumah
pagi... biarkan aku sapa langitmu dengan sajak ikhlaskan aku hidup aroma bungamu dengan senyuman dan ijinkan aku kecup gadismu dengan sejuta kerinduan hmmm.. sajak dari 08193366xxxx
matahari pagi tak pernah ingkari bumi, tuk bebaskannya dari belenggu gelap malam. embun bening tak pernah kikir, tuk bagikan basahnya pada dedaunan, rerumputan. rembulan tak pernah lupa tuk iringi jejak malam mencapai pagi.
Flashback..., hari ini, aku buka kembali email yang pernah aku kirim dan kau kirim untukku. aku baca, aku tersenyum aku meringis hmm begitu banyak cerita yang pernah kita tuliskan tentang pacarku tentang pacarmu
hari ini aku ingin duduk bersama kamu membaca kembali email2 kita seperti tahun lalu waktu kita bertemu duduk bersama diwarnet, tertawa
walau semalam kita berbicara walau semalam kita tertawa namun inginku belumlah terwakili bilakah kita bertemu lagi?
selamat untukmu berdua semoga kebersamaan ini selalu menjadi milikmu tahun ketiga persahabatanmu semoga berlanjut hingga ketahun-tahun berikutnya
selamat kepada rileyna yang selalu bisa memaafkan munggur selamat kepada munggur yang selalu bisa mengerti rileyna
10 agustus 2004...... Halo apa bener ini rileyna? Dahiku berkerut... telepon dari sapa nich? "Hai, aku Munggur masih ingat kan? Awas kalo bilang lupa, kita baru aja ceting, satu jam yang lalu" Lanjutnya beruntun.
"Hah?" spontan aku terkejut. merasa suprise dia benar2 menelepon. padahal aku nolak waktu dia minta nomor telepon. Soalnya dari pengalaman2 sebelumnya, teman ceting cuma suka minta nomor telepon tapi suka menelepon, hahahhah.
"Eh kamu masih disana kan? Koq diam aja?" "Hehehe, makasih yach kamu bener2 menelepon. "Iya nich aku lagi di wartel, soalnya hp ku lagi eror"
Percakapan mereka berlanjut. Sangat akrab seakan-akan mereka telah pernah bertemu sebelumnya. Padahal perkenalan itu baru saja terjadi, ketika Rileyna cheting di "mirC"
Seminggu, sebulan, setahun.... Rileyna dan Munggu menjadi temen. Walo mereka berjauhan, tapi kontak jalan terus. Fasilitas email, cheting dan telepon yang menghubungkan mereka. Apapun yang dialami Munggur seketika itu juga Rileyna tau. Rileyna pernah menangis ketika Munggur bersedih karena hubungannya dengan pacarnya ditentang keluarga, juga ketika pacar Munggur meninggal.
Sebaliknya Munggur pernah resah ketika Rileyna mengabarkan putus sama pacarnya. Mereka berdua benar-benar telah menjadi sahabat, tempat untuk saling berbagi.
rileyna dan munggur semoga selalu menjadi sahabat yang saling menjaga.
hmmm, aroma cat semakin kental beberapa pagar telah berganti warna kain merah putih berjejer rapi bersanding dengan warna cerah lainnya
jalanan setiap sore ramai anak sekolah, ibu2, bapak2 melangkah tegap dibawah komando sang pemimpin mereka latihan berbaris
di lapangan hijau rumput telah pudar terinjak kaki yang berlari, melompat ada berbagai lomba yang digelar pagi hingga sore, selalu terdengar sorak
beberapa pelajar pilihan tak peduli dengan sorakan itu tanpa mengeluh mereka melangkah dari ujung ke ujung lagi kadang mendekat ke tiang tempat bendera sering dikibarkan o0o mereka yang bertugas mengibarkan bendera pada tanggal 17 Agusutus besok pantas saja mereka begitu serius berlatih tak peduli panas dan debu.
agustus seperti ini yach dari pagi hingga malam selalu ramai panggung rakyat setiap malam meriah... lebih meriah sekarang, dibanding ketika artis kdi yang datang wah... memang banyak yang mau menonton malam ini yang dipanggung itu kan anaknya, adiknya, ponakannya, temannya, pacarnya, pokoknya kenalan mereka
jadi agustus itu seperti ini yach hari ketika semua kota bersolek pagar dan gedung di cat baru, di beri bendera merah putih plus umbul-umbul tulisan dirgahayu indonesia dengan angka 62 ada di beberapa tempat strategis duch... senangnya dengan suasana seperti ini
agustus selalu mengingatkan aku akan sosok almarhum ayah agustus mengingatkan ketika aku harus mengecat pagar bersama ayah memasang bendera dan umbul-umbul
agustus selalu mengingatkan aku akan film2 perang film janur kuning yang dulu sering aku liat waktu aku masih kecil agustus selalu mengingatkan aku akan buku sejarah yang pernah aku baca ketika masih sekolah
agustus buat aku merenung tentang perjuangan mereka yang kita sebut pahlawan aku yakin di atas sana, mereka tersenyum bahagia melihat kita, anak cucunya menikmati kebebasan buah dari perjuangan mereka.
agustus itu seperti..... agustus itu ya jangan lupa tabur bunga di taman makam pahlawan dan kirim doa untuk mereka yang tidak dimakamkan
aku ingin bersandar di bahumu ingin kutumpahkan semua air mataku dan tak perlu kau tanya tak perlu pula kubercerita kau telah sangat mengerti mengapa aku menjadi seperti ini
seperti daun gugur melayang terbawa angin menjauh dari pohonnya akan terdampar di mana? di hutan? di lembah? di padang? di sungai? di laut? seperti daun gugur semakin jauh terbawa angin